Bagaimana Rasanya COVID-19? Seorang Pasien Menjelaskan Seperti Ada Pecahan Kaca di Paru-paru


Tara Jane Langston, seorang warga UK berusia 39 tahun, menggambarkan bahwa saat bernafas ia merasa seperti ada pecahan kaca di paru-parunya, sangat sakit.

Video ini dia buat untuk memperingatkan semua orang yang meremehkan covid-19 sebagaimana yang dulu ia lakukan, dia dulu menganggap covid-19 ini terlalu heboh, dan hanya sekedar omong kosong yang berlebihan.

Karena itu, Tara ingin bahwa semua yang melihat video ini, supaya benar-benar memperhatikan #SocialDistancing, tidak berkerumun dan berkumpul agar mengurangi potensi penularan virus itu.


Seperti yang kita tahu, di UK, pada hari Senin 16/03/2020 PM Boris Johnson menghimbau penduduk UK menghentikan aktivitas berkerumun dan berkumpul, yang diabaikan banyak orang, karena menganggapnya remeh.

Per-hari Jum'at 20/03/2020, kasus covid-19 di UK sudah tercatat 3000 kasus dengan 120 meninggal.

Di UK saat ini, fasilitas kesehatan penuh, pasien melebihi kapasitas tampung, dan alat-alat support kesehatan sangat kurang, tenaga kesehatan juga babak belur, akibat mereka tidak mau menaati himbauan untuk tidak berkerumun.

Tara juga mengatakan untuk menjauhi rokok, sebab kita akan sangat memerlukan paru-paru yang sehat, dan saat dia dipasang selang di kedua tangannya, serta ventilator, dia masih berkata, "Aku merasa 10x lipat lebih baik ketimbang sebelum dirawat", begitu.

Disarikan dari https://www.businessinsider.sg/coronavirus-woman-hospital-warns-people-who-doubt-will-affect-them-2020-3

Pertanyaan bagi kita semua, kita tahu fasilitas kesehatan di Indonesia. Kita pun sudah tahu bahaya yang mengancam. Kita juga sudah difatwakan untuk menjauhi kerumunan.

Bila sudah kita lihat, itu sudah terlambat. Apa harus ada banyak yang mati, baru kita mau mengerti? Jauhi kerumunan, tetap dirumah, bantu tenaga kesehatan.

Informasi saja, sampai saat ini ditulis, sudah banyak dokter dan tenaga kesehatan yang habis-habisan di lapangan. Dengan fasilitas, alat, dan obat yang kurang.

(IG:FelixSiauw/Muslimgen)

No comments:

Powered by Blogger.